Sabtu, 28 Oktober 2017

Harvest Moon: Light of Hope Siap Dirilis November




Jakarta - Kabar menarik bagi Anda yang menanti-nantikan game Harvest Moon: Light of Hope. Developer Natsume baru saja mengumumkan jika game akan dirilis pada tanggal 14 November ini.

Namun, jadwal peluncuran ini hanya berlaku di platform Steam yang notabene ditujukan untuk perangkat PC. Sementara untuk versi konsol, yakni PlayStation 4 dan Nintenso Switch baru akan kebagian game ini tahun 2018.

Dalam keterangannya, seperti dikutip detikINET dari PC Gamer, Sabtu (28/10/2017), CEO dan Presiden Natsume Hiro Maekawa mengatakan jika peluncuran awal untuk PC ini tak lain karena kerja keras dari tim. Sayang tidak disebutkan lebih rinci kapan tepatnya versi konsol dirilis.

Meski menghadirkan judul baru untuk serial Harvest Moon, tidak sedikit dari gamer dan media luar yang memiliki pandangan skeptis terhadap game tersebut. Hal ini karena di tahun 2013 Natsume dan tim pengembang di balik game mengalami perpecahan.

Yasuhiro Wada, kreator asli dari game tengah mengembangkan game baru berjudul Story of Seasons. Game tersebut dikatakan mengusung nyawa yang sesungguhnya dari game Harvest Moon.

Light of Hope sendiri, sesuai namanya, bercerita tentang sebuah kota yang baru saja hancur porak poranda karena badai. Tugas Anda sebagai pemain adalah membangun kembali kota tersebut sehingga warga kota bisa kembali berdatangan.

"Game juga memperkenalkan sensasi retro plus, dengan grafis klasik yang terinspirasi dari SNES bersamaan dengan fitur modern sebagai penghormatan ulangtahun ke-20," tulis

Chuwi Siapkan Perangkat Baru Bernama CoreBook


Di pasar internasional, brand Chuwi memang belum begitu dikenal, namun di negara Tiongkok brand yang satu ini cukup populer sebagai brand tablet dan laptop budget. Sebelumnya Chuwi telah berhasil dengan kampanye SurBook di platform crowdfounding Indegogo, dan sekarang perusahaan tengah mempersiapkan perangkat baru yang akan segera hadir di Indiegogo, yakni CoreBook.





Kampanye perangkat tersebut akan segera dimulai sekitar pertengah bulan November mendatang. Untuk CoreBook sendiri akan ditenagai prosesor Intel Core M37Y30 dan akan menjadi perangkat pertama dari Chuwi yang mengusung prosesor Intel Core generasi ke-7. Selain mengusung Core M3, perangkat itu akan datang dengan 6GB RAM dan penyimpanan eMMC 5.1 sebesar 128GB.

Perangkat ini akan memiliki display sebesar 13,3 inci beresolusi FHD dan akan dilapisi dengan kaca 2.5D. Berkat teknologi laminasi penuh, pengalaman menonton di luar ruangan akan menjadi lebih baik dan gambar yang dihasilkan tampak lebih hidup.

CoreBook sendiri merupakan perangkat 2-in-1, dimana perangkat ini hadir dengan keyboard yang dapat disesuaikan hingga sudut 165 derajat. Selain itu, perangkat ini juga dilengkapi dengan Touch ID di bagian bawah depan, yang akan membuat pengalaman baru hadir ke perangkat Chuwi.

Sekarang sebelum kampanye Indiegogo dimulai, ada kesempatan untuk mendapatkan diskon terbaik untuk proyek tersebut dengan berlangganan newsletter mereka untuk mendapatkan update terbaru. Kali ini mereka akan menawarkan 300 unit untuk harga awal, yang membuat proyek ini 100 unit lebih banyak dari SurBook. Kita nantikan saja hingga kampanye tersebut dimulai oleh perusahaanperusahaan (Source : Berita Teknologi)

Sony Luncurkan 2 Smartphone Mid-Range Xperia R1 dan Xperia R1 Plus


Pasar smartphone India menjadi pasar yang cukup menggiurkan bagi sejumlah produsen smartphone, termasuk Sony yang baru-baru ini meluncurkan seri smartphone baru di negara tersebut. Perusahaan asal Jepang ini merilis Xperia R1 dan R1 Plus.



Itu adalah seri smartphone compact dan termasuk ke dalam smartphone budget, dimana Sony mengklaim jika seri smartphone tersebut “dirancang untuk gaya hidup orang India” dan seri smartphone tersebut dimaksudkan untuk meningkatkan gairah konsumen di India agar tertarik dengan brand Sony.

Sony Xperia R1 hadir dengan layar seluas 5,2 inci dengan resolusi 720×1280 piksel dan ditenagai dengan chipset Qualcomm Snapdragon 430 yang memiliki prosesor octa-core. Selain itu, smartphone ini juga dibekali dengan pilihan memori 2GB dan 16GB yang masih bisa diperluas menggunakan microSD. Sementara untuk Xperia R1 Plus memiliki 3GB RAM dan 32GB penyimpanan internal. Perbedaan antara Xperia R1 dan R1 Plus hanya terletak pada konfigurasi memorinya saja.





Bisa dilihat dari hardware yang diusung, smartphone ini ditujukan untuk bersaing dengan smartphone Redmi series milik Xiaomi yang sangat laris di India. Untuk memikat calom pembeli, Sony melengkapi smartphone ini dengan kamera beresolusi 13MP di bagian belakang dengan Predictive Hybrid Autofocus. Fitur tersebut menggunakan pelacakan objek dan prediksi gerak untuk fokus pada objek yang bergerak. Untuk selfie, kedua perangkat ini dibekali dengan kamera beresolusi 8MP dengan sistem fokus yang sama.

Smartphone yang menjalankan OS Android Nougat ini juga dibekali dengan baterai berkapasitas 2.620mAh. Untuk fitur lainnya, kedua smartphone ini memiliki port USB type-C, FM radio, dan slot dual SIM. Untuk harganya, Xperia R1 dibanderol seharga INR 13.990 (Rp2,9 jutaan) dan Xperia R1 Plus seharga INR 15.990 (Rp3,3 jutaan). (Source : Berita Teknologi)

Rabu, 25 Oktober 2017

Ini Dia Tiga Smartphone Xiaomi yang Bakal Rilis Dengan Display Full-Screen


Belakangan ini bocoran mengenai perangkat full-screen dari seri Redmi telah bermunculan. Beberapa hari yang lalu, dua ponsel Redmi terlihat di TENAA, dimana kedua smartphone tersebut hanya memiliki perbedaan pada konfigurasi memori saja. Namun Xiaomi tampaknya masih memiliki smartphone full-screen satu lagi dari seri Redmi, yang berarti jika ditotal bakal ada tiga smartphone full-screen.



Seperti yang dilaporkan Gizmochina, menurut sumbernya Xiaomi bakal merilis tiga smartphone full-screen yang akan terdiri dari Redmi 5, Redmi 5 Plus, dan Redmi Note 5. Ketiga smartphone sama-sama mengusung aspek rasio 18:9 seperti Xiaomi Mi MIX 2 yang terkenal berkat desain full-screen 18:9. Namun bakal ada perbedaan pada ukuran dan resolusi antara seri Redmi dan Redmi Note.

Salah satu smartphone akan hadir dengan dengan resolusi HD+, dimana smartphone tersebut diduga akan menjadi Redmi 5 karena biasanya seri Redmi dibekali dengan spesifikasi yang lebih rendah ketimbang seri Redmi Note. Sementara untuk Redmi 5 Plus dan Redmi Note 5 bakal hadir dengan layar 5,9 inci dan 5,5 inci beresolusi FHD+.

Sumber itu juga mengatakan bahwa perbedaan (selain layar) antara Redmi 5 dan Redmi 5 Plus terletak pada konfigurasi penyimpanan internal. Untuk Redmi 5 hadir dengan 3GB RAM dan 32GB penyimpanan internal, sementara untuk Redmi 5 Plus bakal hadir dengan 4GB RAM dan 64GB penyimpanan internal. Redmi 5 Plus juga akan didukung oleh chipset Helio P25 dan bakal dibanderol seharga 1099 Yuan (~ Rp2,2 jutaan). Untuk pasar di luar Tiongkok, Redmi 5 Plus bakal hadir dengan chipset Snapdragon.

Untuk Xiaomi Redmi Note 5 bakal hadir dengan chipset Qualcomm Snapdragon 636 yang disandingkan dengan 3GB RAM dan 32GB penyimpanan internal. Untuk harganya, smartphone ini diharapkan dibanderol seharga 1599 Yuan atau setara dengan Rp3,2 jutaan. Menurut rumor yang beredar, smartphone full-screen dari seri Redmi bakal hadir pada bulan Desember. Untuk saat ini, smartphone yang sudah mendapatkan sertifikasi dari TENAA ada Redmi MEE7 dan Redmi MET7.

Selasa, 24 Oktober 2017

Kepoin Nokia 7, Snapdragon 630 dan Kamera Zeiss?


Baru-baru ini HMD global meluncurkan smartphone baru yang dikhususkan untuk segmen menengah, yakni Nokia 7 yang hadir dengan spesifikasi mid-range. Smartphone ini merupakan smartphone Android pertama Nokia yang hadir dengan chipset Snapdragon seri 6xx. Dengan meluncurnya smartphone ini, HMD global memiliki jajaran segmen smartphone yang cukup kuat untuk menyasar seluruh kalangan pengguna Android.



Berbeda dengan smartphone Android Nokia lainnya yang hadir dengan bodi full-metal, Nokia 7 hadir dengan perpaduan metal dan kaca. Smartphone ini memiliki frame yang terbuat dari aluminium seri 7000 yang terkenal sangat kuat. Sementara untuk cover belakang tersebuat dari bahan kaca, dimana pilihan warna yang tersedia adalah Glossy Black dan Matte White.





Nokia 7 memiliki dimensi 141.2 x 71.45 x 7.92mm, yang membuatnya cukup pas di genggaman serta telah mengantongi sertifikasi IP54 yang membuatnya tahan terhadap cipratan air. Setiap sudut di bagian belakang yang melengkung membuat smartphone ini dapat memberikan genggaman yang nyaman.

Smartphone ini hadir dengan LCD display seluas 5,2 inciberesolusi FHD 1080×1920 piksel dan sudah dilapisi dengan Gorilla Glass 3. Desain bagian depan juga tidak terlihat berbeda dari smartphone Android Nokia lain yang memiliki beze tebal di bagian atas dan bawah. Sementara navigasi yang digunakan adalah tombol kapasitif.



Nokia 7 ditenagai dengan chipset kelas menengah Qualcomm Snapdragon 630 yang dipadukan dengan pilihan RAM 4GB dan 6GB. Sementara untuk penyimpanan internal, smartphone ini memiliki kapasitas sebesar 64GB yang masih bisa diperluas menggunakan microSD. Tak ketinggalan, smartphone ini mengusung kapasitas baterai sebesar 3000mAh yang dilengkapi pula dengan fitur pengisian cepat 18W.

Saat diluncurkan, Nokia 7 masih menjalankan OS Android 7.1.1 Nougat, namun bisa diperbarui ke Android 8.0 Oreo. Di bagian belakang smartphone ini terdapat kamera utama beresolusi 16MP dengan aperture f/1.8 dan menggunakan teknologi dari Zeiss. Sementara untuk selfie, Nokia 7 dibekali dengan kamera depan 5MP yang memiliki aperture f/2.0 dan memiliki sudut pandang 84 derajat.

Nokia 7 juga dibekali dengan teknologi Dual-sight seperti Nokia 8, dimana Anda dapat mengambil gambar melalui kamera depan dan belakang secara bersama-sama. Dengan teknologi audio OZO, smartphone ini dapat merekam suara yang berkualitas secara 360 derajat. Untuk fitur lainnya, smartphone ini dibekali dengan sensor fingerprint, port USB-C, audio jack 3.5mm, modem LTE Cat. 6 , Wi-Fi 802.11ac, Bluetooth v5.0 , NFC dan GPS.

Nokia 7 bakal tersedia di pasar Tiongkok pada pada tanggal 24 Oktober mendatang, dimana untuk varian RAM 4GB akan dibanderol seharga 2499 Yuan (Rp5 jutaan) dan untuk RAM 6GB dibanderol seharga 2699 Yuan (Rp5,5 jutaan).

Berikut Spesifikasinya
  • Layar : 5,2 inci IPS LCD Capacitive , 1080 x 1920 Pixel
  • Pelindung : Corning Gorilla Glass 3
  • Jaringan : 4G LTE Cat 6 300/50 Mbps
  • Sistem Operasi Snapdragon v7.0 Nougat
  • CPU : Snapdragon 630
  • GPU : Adreno 508
  • RAM : 4 GB
  • Memori Internal : 64 GB , MicroSD : up to 256 GB
  • Kamera Belakang : 16 MP , Phase Detection Autofocus, Dual LED Flash
  • Video : 1080p@30fps
  • Kamera Depan : 5 MP, Autofocus
  • Sensor
      - Accelerometer
     – Compass
     – Proximity
     – Gyro
     – Finger Print Sensor
  • Baterai : Li lon 3000 mAh ( Non Removable )

Senin, 23 Oktober 2017

Razer Blade Stealth, Ultrabook gaming dari Razer dengan dukungan Kaby Lake-R



Upgrade signifikan baru saja dirasakan laptop gaming 13,3 inci Razer Blade Stealth yang salah satunya datang dari prosesor Intel Core generasi 8, yaitu i7-8550U, yang mengusung 4 core fisik yang mampu mengeksekusi 8 thread dengan frekuensi dasar 1.8GHz dan Turbo Boost hingga 4GHz.



Selain ada tambahan memori LPDDR4-2133MHz berkapasitas 16GB agar Anda lebih leluasa dalam hal multitasking dan gaming, Razer Blade Stealth juga masih mempertahankan panel layar IGZO yang mendukung resolusi 3200×1800 (QHD+). Fitur lainnya termasuk grafis Intel HD 620, SSD PCIe 512GB, Killer Wireless-AC 1535 (Bluetooth 4.1 + 802.11ac), Thunderbolt 3, dan dua port USB 3.0, juga turut melengkapi laptop gaming 13,3 inci terbaru besutan Razer tersebut.


Tak hanya itu saja, Anda dapat memilih dari keyboard anti-ghosting yang tersedia dalam balutan pilihan warna hitam (dengan dukungan pencahayaan Razer Chroma) atau warna gunmetal (dengan latar belakang putih keyboard tradisional). Terlebih laptop gaming ini juga dilengkapi baterai 53,6 WHr yang menyediakan daya tahan pengoperasian hingga 10 jam lamanya.



Menurut pendiri dan CEO Razer yang bernama Min-Liang Tan, para insinyurnya telah melakukan sesuatu yang benar-benar luar biasa terhadap keberadaan Stealth Blade yang baru dengan meningkatkan kekuatan secara signifikan untuk memperpanjang masa pakai baterainya. Razer Blade Stealth terbaru ini diklaim sebagai salah satu laptop berbasis Windows yang paling lengkap sejauh ini.


Nah, bagi Anda yang memang terlanjur kepincut dan berencana memiliki laptop gaming Razer Blade Stealth ini, maka bersiap-siaplah untuk merogoh kocek Anda dalam-dalam sebesar $ 1.699 atau sekitar 22,9 jutaan rupiah.(Source : Berita Teknologi)


Spesifikasi RAZER Blade Stealth
Processor Onboard Intel Core i7 8550U-1.8Ghz Turbo 4Ghz
Memori Standar 16GB
Tipe Grafis Intel HD 620
Ukuran Layar 13,3"
Resolusi Layar 3200x1800 (QHD+)
Tipe Layar 4K Ultra HD IGZO MultiTouch
Audio Built-in stereo speakers
3.5mm headphone/microphone combo port
Array microphone
Dolby® Digital Plus Home Theater Edition
7.1 Codec support (via HDMI)
Hard Disk 256GB SSD (SuperFast & AntiShock)
Webcam 2.0MP
Wireless Network 802.11a/b/g/n/ac
Bluetooth 4.1
Interfaces Thunderbolt™ 3 (USB-C™)
USB 3.0 port x2 (SuperSpeed)
Sistem Operasi Windows 10
Keyboard Chroma anti-ghosting keyboard with individually backlit keys
Baterai Built-in 53,6
Wh rechargeable lithium-ion polymer battery
Berat 1.25 kg



Minggu, 22 Oktober 2017

Kids Jaman Now Games, Game yang Tercipta Dari Meme Kak Seto yang Viral


    Akhir-akhir ini jagat dunia maya dihebohkan oleh meme kak seto yang viral belakangan ini. Saking viral-nya, meme tersebut sampai dikemas ke dalam game mobile yang bernama Kids Jaman Now Games, yang bisa kamu download di Google Play Store secara gratis. Penasaran seperti apa game-nya?

Kids Jaman Now Games adalah game buatan GINVO Studio yang ber-genre arcade. Disini kamu akan bermain sebagai Kak Seta sang Pahlawan Penyelamat Generasi Bangsa, sebuah tokoh yang terinspirasi dari Kak Seto. Tugasmu sebagai Kak Seto adalah memberantas hal-hal yang bisa membuat perilaku anak-anak dan remaja Indonesia menjadi kurang baik seperti rokok, micin dan kasus lainnya.
Pada salah satu kasusnya, Kak Seto akan menekel segala macam barang yang jatuh dari langit, yang merugikan anak-anak Indonesia seperti micin, rokok dan lain-lain. Kamu akan kalah saat barang-barang tersebut jatuh dan mengenai anak-anak. Intinya adalah menjauhkan hal yang tidak baik dari anak-anak.
GINVO Studio sendiri membuat game ini dengan tujuan untuk mengembalikan image yang terhormat bapak ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak, Seto Mulyadi atau yang lebih dikenal dengan nama “Kak Seto”, yang sudah tercemar karena berbagai meme dari banyak akun palsu di media sosial yang mengatasnamakan dirinya.
Sumber: Google Play
Pada meme tersebut dituliskan kata-kata kotor yang seharusnya tidak mungkin keluar dari mulut seorang Kak Seto. Para pihak yang tidak bertanggung jawab ini sebenarnya hanya bertujuan untuk membuat sensasi dengan berbagai meme lucu. Namun cara mereka salah, karena menggunakan nama Kak Seto sebagai bahan meme.
Sumber: Google Play
Semoga game ini dapat mengembalikan image Kak Seto sebagai ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak yang sebenarnya sangat peduli dengan kondisi yang menimpa anak-anak bangsa. Kita juga pasti berharap ingin generasi muda menghormati sosok Kak Seto, karena beliau lah salah satu yang membantu perkembangan anak-anak Indonesia.
Daripada memberikan game yang kurang bermanfaat, akan lebih baik jika para orang tua memberikan game seperti ini untuk dimainkan anak-anak mereka. Ini bertujuan agar anak-anak dapat mengenal sosok Kak Seto yang sebenarnya, diluar dari berbagai meme yang menghancurkan image Kak Seto tersebut.

Kemampuan Kecerdasan Buatan (AI) Semakin Mengerikan Perkembanganya

Kecerdasan Buatan
Kemampuan Kecerdasan Buatan (AI) Semakin Mengerikan (sumber: BBC)

Sebuah perusahaan yang bergerak dibidang kecerdasan buatan (Artificial Intelligence / AI) yang dinaungi oleh Google, DeepMind menemukan jika program buatannya memiliki kemampuan yang sangat hebat. Saking hebatnya, kemampuan dari program yang diberi nama AlphaGo tersebut bisa dibilang sangat mengerikan.

AlphaGo sendiri merupakan program yang diciptakan untuk mempelajari dan memainkan permainan Go, sebuah permainan papan catur dari Cina. Hebatnya, program tersebut bahkan telah mampu mengalahkan 2 pemain terbaik di dunia dalam bidang permainan tersebut.
Pada awalnya AlphaGo mempelajari cara bermain Go dari ribuan babak yang dimainkan oleh manusia. Hanya dalam waktu 72 jam, program tersebut sudah mampu mengalahkan program asli dari permainan itu sendiri.
Kecerdasan Buatan
Chief Executive DeepMind, Demis Hassabis (sumber: BBC)
Chief Executive DeepMind, Demis Hassabis mengatakan, program yang diciptakan sudah dapat memiliki aplikasi yang jauh lebih umum guna penelitian ilmiah. Hal itu menggambarkan jika AlphaGo memiliki kemampuan yang tanpa batas.
“Kami sangat senang karena kami menilai pencapaian ini cukup baik untuk membuat kemajuan yang lebih pesat lagi, walaupun masih sangat jauh untuk dikatakan sebagai AI yang sepenuhnya,” tutur Demis.
Kecerdasan buatan perusahaan yang bermarkas di London, Inggris tersebut berhasil mengalahkan pemain Go asal Korea Selatan, Lee Se-dol dalam 4 pertandingan dalam satu tahun terakhir. Permainan diantara keduanya disaksikan langsung oleh dewan resmi.
Sehingga, kemenangan yang diraih oleh AI tersebut adalah kemenangan yang adil, dan menandakan jika AI saat ini telah mengalami perkembangan yang jauh lebih cepat dari pikiran banyak orang.
Setelah Lee, AlphaGo berhasil juga berhasil mengalahkan pemain Go terbaik di dunia yang berasal dari Cina, Ke Jie pada bulan Mei lalu. Tentu kemenangan ini pun diraih dengan adil, berkat adanya hakim yang memantau jalannya pertandingan.
Seperti pencapaian lain di bidang teknologi, pencapaian AlphaGo memerlukan kombinasi sejumlah data yang besar, dalam kasus ini adalah mencatat gaya permainan ribuan pemain. Setelahnya, data tersebut akan menjadi daya untuk diproses di dalam komputer.
Bukti nyata kemenangan AI atas manusia ini patut diwaspadai. Pasalnya, banyak dari program AI yang tidak memiliki batasan untuk belajar.
Semoga saja manusia turut menemukan pesaing AI, yang bisa dijadikan sebagai senjata tangguh ketika program buatan tersebut in worst case, melakukan pemberontakan.