Minggu, 22 Oktober 2017

Kemampuan Kecerdasan Buatan (AI) Semakin Mengerikan Perkembanganya

Kecerdasan Buatan
Kemampuan Kecerdasan Buatan (AI) Semakin Mengerikan (sumber: BBC)

Sebuah perusahaan yang bergerak dibidang kecerdasan buatan (Artificial Intelligence / AI) yang dinaungi oleh Google, DeepMind menemukan jika program buatannya memiliki kemampuan yang sangat hebat. Saking hebatnya, kemampuan dari program yang diberi nama AlphaGo tersebut bisa dibilang sangat mengerikan.

AlphaGo sendiri merupakan program yang diciptakan untuk mempelajari dan memainkan permainan Go, sebuah permainan papan catur dari Cina. Hebatnya, program tersebut bahkan telah mampu mengalahkan 2 pemain terbaik di dunia dalam bidang permainan tersebut.
Pada awalnya AlphaGo mempelajari cara bermain Go dari ribuan babak yang dimainkan oleh manusia. Hanya dalam waktu 72 jam, program tersebut sudah mampu mengalahkan program asli dari permainan itu sendiri.
Kecerdasan Buatan
Chief Executive DeepMind, Demis Hassabis (sumber: BBC)
Chief Executive DeepMind, Demis Hassabis mengatakan, program yang diciptakan sudah dapat memiliki aplikasi yang jauh lebih umum guna penelitian ilmiah. Hal itu menggambarkan jika AlphaGo memiliki kemampuan yang tanpa batas.
“Kami sangat senang karena kami menilai pencapaian ini cukup baik untuk membuat kemajuan yang lebih pesat lagi, walaupun masih sangat jauh untuk dikatakan sebagai AI yang sepenuhnya,” tutur Demis.
Kecerdasan buatan perusahaan yang bermarkas di London, Inggris tersebut berhasil mengalahkan pemain Go asal Korea Selatan, Lee Se-dol dalam 4 pertandingan dalam satu tahun terakhir. Permainan diantara keduanya disaksikan langsung oleh dewan resmi.
Sehingga, kemenangan yang diraih oleh AI tersebut adalah kemenangan yang adil, dan menandakan jika AI saat ini telah mengalami perkembangan yang jauh lebih cepat dari pikiran banyak orang.
Setelah Lee, AlphaGo berhasil juga berhasil mengalahkan pemain Go terbaik di dunia yang berasal dari Cina, Ke Jie pada bulan Mei lalu. Tentu kemenangan ini pun diraih dengan adil, berkat adanya hakim yang memantau jalannya pertandingan.
Seperti pencapaian lain di bidang teknologi, pencapaian AlphaGo memerlukan kombinasi sejumlah data yang besar, dalam kasus ini adalah mencatat gaya permainan ribuan pemain. Setelahnya, data tersebut akan menjadi daya untuk diproses di dalam komputer.
Bukti nyata kemenangan AI atas manusia ini patut diwaspadai. Pasalnya, banyak dari program AI yang tidak memiliki batasan untuk belajar.
Semoga saja manusia turut menemukan pesaing AI, yang bisa dijadikan sebagai senjata tangguh ketika program buatan tersebut in worst case, melakukan pemberontakan.

0 komentar:

Posting Komentar